CERITA PENDEK UNTUK ANAK SD KELAS TINGGI
CERITA PENDEK
GADIS
SOMBONG
(Karya: Siti Nur Rianti)
Disebuah
desa kecil terdapat seorang gadis kecil yang sangat sombong. Gadis kecil itu
bernama Riana Larasati yang berumur tujuh tahun. Riana adalah gadis kecil dari
keluarga yang berada, ia hidup berdua dengan ibunya. Ayahnya Riana pergi
meninggalkan ia dan ibunya sejak Riana lahir. Keluarga Riana terkenal dengan
sifat sombong, dan judesnya. Ibu Riana memiliki dua Ruko yang menjual makanan
pokok sehari-hari dan peralatan rumah tangga.
Kehidupan
Riana dipenuhi dengan kemewahan dan Riana sangat dimanja oleh ibunya. Sampai
suatu ketika saat umur Riana akan menginjak delapan tahun ibunya Riana
memberitahu Riana bahwa ia akan menikah lagi. Pada saat itu Riana merasa sedih
dan ketakutan membayangkan kekejaman seorang ayah tiri, kemudian Riana meminta
pada ibunya agar tidak menikah lagi. Tapi ibunya Riana masih tetap menikah lagi
dan tidak memperdulikan permintaan Riana. Hari-hari berlalu Riana semakin
merasa jika ibunya sudah tidak memperdulikannya lagi, Rianapun merasa sedih.
Kemudian Riana menangis ditengah derasnya air hujan yang turun di sore hari,
disitulah Riana merasa tidak punya siap-siapa lagi.
Pada saat itu Riana bertanya pada ibunya.
Riana : “Ibu kenapa sekarang ibu berubah? Ibu
sudah tidak memperhatikan Riana lagi. “ (sambil menangis)
Ibu : “Ibu tidak berubah sedikitpun na,
ibu masih sama seperti dulu!.“
Riana : “Ibu berubah, udah tidak seperti dulu
lagi.” (sambil menangis dan pergi dari rumah)
Hari-hari
berlalu dan Riana menjalaninya dengan keikhlasan. Pada hari itu Riana ke
Rukonya karena ingin mengambil makanan, Riana berjalan melewati banyak orang
tapi Riana tidak pernah tersenyum dan menyapa.
Warga : “Riana
kamu mau pergi kemana?.“
Riana : “(hanya
terdiam sambil terus berjalan tanpa melihat sekelilingnya).”
Warga : “Anak itu memang anak
yang sangat sombong, tidak seperti ibunya.“
Keesokan hari setelah kejadian itu Riana dan ibunya
mendapatkan kabar jika ayah tirinya telah mengalami kecelakaan dan mobilnya
masuk jurang. Ibu dan Riana sangat terkejut, walaupun Riana tidak menyayangi
ayah tirinya tapi ayah tirinya sangat baik kepada dia.
Ibu : “Riana
ibu harus pergi dulu melihat kondisi ayah kamu!.“
Riana : “Ibu
mau kemana? Riana mau ikut sama ibu!.“
Ibu : “Ibu mau pergi ke rumah sakit,
Riana di rumah aja ditemenin bibi.” (sambil berkemas dan langsung pergi)
Empat tahun berlalu ayah tirinya Riana belum sembuh juga
dan dia hanya bisa berkedip saja ditempat tidur, karena kejadian ini usaha ibunya
Riana mengalami penurunan yang sangat drastis. Kedua anak dari ayah tiri Riana
setuju kalau pernikahannya mending disudahi saja karena kasihan melihat ibu
Riana yang menanggung semuanya. Pada saat Riana duduk dibangku kelas enam SD
ibu Riana memutuskan untuk pergi keluar negeri.
Riana : “Ya
Allah kenapa harus seperti ini?.” ( sambil menangis )
Dalam
hatinya Riana selalu bertanya kenapa... kenapa... dan kenapa... Riana kemudian
di titipkan ke rumah paman dan bibinya sedangkan rumah Riana ditempati oleh saudaranya
yang bernama Ida dan suaminya Engkus. Enam bulan Riana menantikan kabar ibunya
tapi ibunya belum ada menelpon dan Riana merasa khawatir menantikan kabar
ibunya. Setelah delapan bulan ibunya Riana ada menelpon Riana dan Riana merasa
sangat bahagia.
Ibu : “Assalammualaikumn
Riana... “
Riana : “Waalaikumsalam
ibu... “
Ibu : “Gimana
keadaan kamu nak?.“
Riana : “Aku
baik bu. Ibu gimana kabarnya? Kenapa ibu baru nelpon?.“
Ibu : “Iya
ibu baru nelpon karena majikan ibu baru kasih izin ibu untuk nelpon.“
Setelah
berbincang-bincang Riana merasa kangen pada rumah dan teman-temannya, akhirnya
Riana memutuskan untuk pergi ke rumah dan bertemu dengan teman-temannya.
Kemudian Riana dan teman-temannya memutuskan untuk makan-makan dan membuat nasi
liwet di malam hari.
Riana : “Teh nanti aku mau bikin
nasi liwet sama teman-teman dirumah, pintunya jangan dikunci ya?.“
Ida : “Iya nanti pintunya
ngga di kunci.“
Tapi
setelah malam tiba pintunya malah dengan sengaja dikunci, Riana pun merasa
kesal karena tidak di perbolehkan masuk ke dalam rumahnya sendiri. Keesokan
harinya Riana menceritakan semuanya pada saudaranya yang lain. Dari kejadian
itu Riana menyadari bahwa orang yang terlihat baik di depan ternyata dibelakang
kita tidak sama.
Semenjak
ibu Riana pergi keluar negeri banyak yang tadinya baik menjadi sebaliknya dan
yang tadinya buruk menjadi baik. Dari pengalaman itu Riana sadar dan sudah
tidak sombong lagi dan sekarang Riana sering tertawa, menyapa, tersenyum, dan
bercanda bersama dengan orang banyak. Bahkan sekarang orang lain menjadi
menghormati dia karena keramah tamahannya, dan tidak sungkan meminta
pertolongan pada Riana.
Sekian
Komentar
Posting Komentar